Showing posts with label Pikiranku. Show all posts
Showing posts with label Pikiranku. Show all posts

May 6, 2016

Curhat Guru di Era UU Perlindungan Anak

Buat para orang tua dan semuanya

Sekolah itu tempat belajar juga tempat pendidikan, yang kalian percayakan kepada para guru yang ada sekolah untuk mendidik anak-anak kalian agar mereka menjadi insan yang terdidik, meski sebenarnya terkadang kalian tahu bahwa kalian lebih cerdas bahkan lebih pintar daripada guru-guru atau pendidik yang ada disekolah tersebut.

Kalian rela keluarkan banyak uang demi pendidikan anak kalian, kalian pilih sekolah-sekolah yang menurut kalian baik dan bagus buat pendidikan kalian, yang secara langsung sekolah tersebut sudah kalian nilai beberapa kali, kalian menjadi tim penguji sekolah buat anak-anak kalian sebelum mereka terjeun dan belajar disekolah tersebut.

Tiba waktunya kalian mengisi semua formulir yang telah disedikan sekolah lengkap dengan persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan sekolah, namun kebanyakan dari kalian tidak menghiraukan aturan yang telah dibuat sekolah dalam secarik kertas, dengan alasan bahwa kalian sudah tau aturan-aturan yang ada disekolah... oh... Tuhan, Engkau (Para Orang Tua) engkau tidak hiraukan secarik kertas yang berisi tentang surat perjanjian orang tua dan murid.

Engkau titipkan anak-anak kalian disekolah-sekolah yang telah engkau seleksi sebelumnya dan engkau percayakan anak-anak kalian untuk di didik oleh sekolah, namun setelah semuanya berjalan ... tiba masa dimana anak yang engkau titipkan kepada pahlawan tanpa tanda jasa ini untuk dididik, masa dimana anakmu tidak membuat PR secara terus-terusan, masa dimana anakmu melanggar setiap peraturan yang telah dibuat sekolah, masa dimana mereka tidak terus-terusan tidak akhlak berbicara kepada guru, inilah masa dimana anakmu  perlu dididik.

Namun... Ketika kami para guru, mulai dan memulai untuk mendidik anakmu, dengan tujuan agar mereka menjadi lebih baik, malah yang terjadi adalah engkau yang mendidik kami (guru), sebab cara kami mendidik yang kalian anggap salah, kalian nilai kami keras sebab kami menyentuh anakmu dengan tangan kami, atau kami jewer anakmu, atau sebab terkadang kata-kata kami yang kalian anggap tidak bermoral, sebab kalian yang paling tau tentang moral.

Oleh karena kelakuan kami yang kalian anggap tidak terdidik dan tidak bermoral juga dengan dalih undang-undang perlindungan anak, sehingga cara kami mendidik yang kalian anggap salah atau mungkin memang salah dengan semenah-menah kalian hakimi kami, kalian didik kami, kalian laporkan kami kepada polisi, oh ya... inikah cara kalian mendidik? Jika cara kami mendidik kalian anggap salah, bisa jadi cara seperti ini juga salah...

Bersambung ....

Jan 14, 2015

Tulisan Mu Rekam Eksistensi diri Mu

Menulis adalah pekerjaan yang tidak mudah, bagi sebagian orang, namun sebagian orang juga mengatakan bahwa menulis itu adalah hal yang mudah dan menyenangkan. Sah-sah saja orang berpendapat termasuk anda yang saat ini membaca pun punya pendapat sendiri tentang pekerjaan menulis.

Saya pribadi, berpendapat bahwa menulis itu bukan pekerjaan mudah, meskipun menulis bebas. Harus ada imajinasi dan ilmu yang terekam di otak kita untuk bisa menuliskan apa yang kita rasa, apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, kemudian kesemuanya itu di satu padukan dirangkai dalam sebuah kata-kata yang mau tidak mau rangkaian kata tersebut harus bisa di pahami dan dinikmati oleh pembaca.

Mau tidak mau juga, sebenarnya setiap orang harus juga menulis.
Tokoh-tokoh besar dunia maupun di Indonesia rata-rata mereka adalah penulis. sebenarnya bukan mereka penulis, tapi mereka bisa menulis.

Menyampaikan ide mereka untuk merubah peradaban melalui tulisan, yang kemudian dibaca oleh orang banyak, rekam jejak mereka tidak hilang, mereka para penulis adalah pahlawan intelektual yang berperang dan berjuang melalui senjata yang bernama PEMIKIRAN, pemikiran mereka inilah yang banyak juga mempengharui pemikiran orang lain.

Para penulis, meskipun mereka nantinya tinggal nama, namun pemikiran mereka akan tetap hidup dan berpengharu di muka bumi ini.

Tanpa sadar sebenarnya kita saat ini dibentuk oleh para pemikir-pemikir kita terdahulu, hal ini terus berlangsung selama kita terus belajar. Bagi kita umat islam, rekam jejak Nabipun tertulis di dalam Al-Quran dan hadits-hadits. Ini membuktikan bahwa menulis bukanlah perkara sepele tapi menulis adalah perkara dunia akhirat.

Menulislah jika kita bukan Anak Raja
Menulislah jika kita bukan Bukan Orang Kaya
Karena, anak raja akan tetap dikenang oleh rakyatnya
dan Anak orang kaya akan tetap dikenang karena kekayaan orang tuanya
Begitu pesan yang saya rekam dari seorang penulis muda

Mari kita sama-sama berdoa semoga kelak kita semua dapat menjadi penulis, paling tidak orang yang bisa menuliskan kisah-kisah kita sendiri dan orang-orang yang ada disekitar kita, kelak ketika kita sudah tiada ada jejak yang kita tinggalkan dan sebagai bukti bahwa kita pernah hidup di dunia ini.

Salam Penulis Pemula