Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

May 6, 2016

AMALAN MENGATASI ANAK NAKAL

Dikutip dari kitab Sullamul Futuhat. Amalannya cukup mudah, simpel, dan dapat dilakukan oleh orang awam seperti kita.

Caranya yaitu dengan membaca ayat berikut ini sebanyak 7 kali, 41 kali, 111 kali, 313 kali, 1111 kali, atau 4444 kali pada makanan dan minuman yang khusus disediakan untuk dikonsumsi anak. Insya Allah anak yang tadinya nakal akan sedikit demi sedikit berkurang kenakalannya dan sadar serta menjadi anak yang baik dan penurut. Berikut ayat yang harus dibaca:

يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا وَرَابِطُوْا وَاتَّقُوْا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Yaa ayyuhal ladzina aamanush biruu wa shoobiruu wa roobithuu, wat taqullooha la'allakum tuflikhuun. [QS Ali Imron ayat 200 ].
Silakan diamalkan bagi yang memang sedang membutuhkan. Insya Allah berkah dan bermanfaat. Sebab amalan ini merupakan amalan milik para ulama, yang tentu saja sudah terbukti kedekatan dan keberkahan mereka. Semoga bermanfaat. [Rizalullah].

Mar 4, 2016

Nasihat Al-Habib Zein bin Smith Soal Pendidikan Anak

Nasihat Al-Habib Zein bin Smith Untuk Kedua Orang Tua

Seharusnya bagi setiap orang tua mendoakan untuk anak-anaknya dan tidak mencaci mereka, Seperti mendoakan untuk anaknya kehancuran, bodoh dan lain sebagainya sekalipun dalam keadaan marah atau payah.

Harusnya  bagi orang tua menghindarinya karena doa orang tua diijabahi Allah swt, lebih-lebih kalau tepat waktu yang di ijabahi Allah SWT, akhirnya mendapatkan penyesalan dan kerugian karena terburu-buru dan mendoakan jelek anaknya.

Berapa banyak cerita bahwasannya orang tua melakukan hal tersebut sehingga anaknya sakit, meninggal, gila dan lain sebagainya dari kejelekan karena sebab doanya orang tua. Wajib atas orang tua selalu mendoakan baik untuk anaknya walaupun dalam keadaan emosi dengan mengatakan kepada mereka seperti : Allah yahdik, Allah yarhamuk, dan lain-lain.

Sehingga tepat dengan waktu yang diijabahi anaknya menjadi beruntung karena sebab doanya.
Di ceritakan oleh ulama’; Seorang datang ke salah satu ulama’ mengadu tentang kejelekan akhlaq dan adab anaknya, ulama’ tersebut bertanya,
“mungkin kamu mendoakan jelek untuknya?”
Lalu seorang tersebut menjawab : ” ya”,

kamu yang merusaknya kata si ulama’ tersebut. Wajib bagi orang tua membantu anaknya agar bisa berbakti kepadanya dan tidak memaksakan untuk mereka dari apa-apa yang tidak mampu mereka kerjakan, berbicara santun dengan mereka dan memanggil dengan kata-kata yang baik, dalam hadits Nabi saw bersabda:

    رحم الله والدا اعان ولده على بره قالوا : كيف يارسول الله؟ قال : يقبل احسانه ويتجاوز عن إساءته


” Allah swt merohmati orang tua yang membantu anaknya agar berbakti “,

para sahabat bertanya :

” Bagaimana itu wahai Rosulullah?”

Rasulullah menjawab :

” Menerima kebaikan dan memaafkan kesalahannya.”

“Jagalah, perhatikan, didik anak kalian dengan pendidikan yang baik dan jagalah mereka dari teman yang jelek, Mudah-mudahan Allah menjaga anak-anak kita dari kejelekan.”

Aaamiiin…

Wallahu`alam

 Sumber : Al-Habib Zein bin Smith

Nov 28, 2014

Karakter Siswa

Niat saya ketika ingin melanjutkan Pendidikan Magister, mesti tertunda karena Allah belum mengizinkan saya untuk melanjutkan Pendidikan Magister, namun itu bukanlah menjadi halangan bagi kita untuk terus menimbah ilmu, karena ilmu tidak hanya didapat lewat bangku akademik, namun kita sepakat bahwa bangku akademikpun adalah tempat untuk mendapatkan ilmu. Hal yang sudah sama-sama kita pahamai adalah keputusan Allah adalah keputusan yang terbaik.

Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk terus menimbah ilmu adalah terus bergaul dengan orang-orang yang berilmu, baik itu kawan, guru atau siapa saja orangnya. Itulah yang saya alami saat ini, meskipun saya belum mengeyam pendidikan Magister, namun saya sangat bersyukur sekali ada teman yang saat ini mengeyam pendidikan Magister, dan dia bersedia untuk membagi ilmunya.

Singkat cerita, beliau bercerita tentang bagaimana cara kita, agar kita-kita ini bagus dan baik dalam memimpin, baik itu memipin dalam arti kepemimpinan sebenarnya maupun memimpin dalam arti multitafsir, karena saya adalah seorang guru, maka dalam hal ini saya ingin menjabarkan sedikit bagaimana caranya memimpin anak didik kita, agar kita yang memimpin tidak kualahan dalam memimpin dan mereka-mereka yang kita pimpinpun merasa senang.

Ya meskipun ini hanya teori yang belum terbukti secara empiris didunia pendidikan tapi setidaknya teori ini saya rasa sangat pas untuk diterapkan di lingkungan pendidikan, pelajaran pertama yang beliau jelaskan adalah bagaimana cara memanagement siswa berdasarkan tipe atau karakter mereka masing-masing. Dengan kita memahami tipe-tipe siswa kita dan solving problemnya maka diharapakan kita sebagai guru tidak terlalu kerepotan dalam menangani tingkah siswa, sehingga cara yang kita gunakan dalam memecahkan masalah mereka menjadi efektif dan effisien, berikut tipe-tipe siswa yang ada dikelas.

  1. TIPE SISWA YANG BISA TAPI TIDAK MAU
    Tipe orang siswa seperti ini adalah siswa yang bisa melakukan sesuatu akan tetapi dia tidak mau, misalnya seorang murid yang pinter dalam berdiskusi dia tidak mau angkat bicara dalam forum diskusi padahal sebenarnya dia bisa untuk memberikan pendapatnya bahkan menyelesaikan masalah yang dihadapi akan tetapi dia tidak mau angkat bicara, maka tipe karakter siswa seperti ini adalah tipe yang pasif, kita sebagai guru mesti mesti menstimulus anak ini agar dia mau angkat bicara, dan berikan  reward (penghargaan) kepada siswa seperti ini sangat diperlukan.

  2.   TIPE SISWA YANG BISA DAN MAU
    Ini adalah tipe siswa yang Aktif, dia bisa dan dia mau, namun hal yang perlu kita lakukan terhadap siswa seperti ini adalah hanya pengawasan, agar apa yang dia lakukan tidak melenceng dari apa yang kita inginkan, dalam arti kata pengawasan yang kita lakukan adalah agar dia tidak over acting, reward terhadap mereka sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, karena faktor motivasi intrinsik mereka sudah terbentuk didalam jiwa mereka.

  3. TIPE SISWA YANG TIDAK BISA TAPI MAU
    Tipe siswa seperti ini adalah tipe siswa yang Rajin, mereka adalah tipe orang-orang yang aktif tapi karena kemampuan kurang maka tipe siswa yang seperti ini perlu pengajaran dan pengawasan, biasanya mereka akan show up di dalam kelas, akan tetapi karena ketidak tahuan / tidak bisa biasanya dia akan menjadi bahan olokan teman yang ada dikelas, reward terhadap siswa seperti ini sangat dibutuhkan, dan jangan sekali-kali menjudgement tipe siswa seperti ini, berikan terus dia reward dengan catatan harus terus mengajarinya/ membimbingnya.

  4. TIDAK BISA DAN TIDAK MAU
    Nah tipe terakhir ini adalah tipe siswa yang malas, hal yang sangat g dominan yang mesti kita lakuka adalah dengan memerikan pengawasan, perintah, dan bimbingan, namun pengawasan mesti kita utamakan, mereka adalah tipe orang-orang yang sangat mengingkan kebebasan, namun kebebasan mereka terkadang menyebabkan mereka lupa akan tugas mereka sebagai seorang pelajar.

    Tipe malas yang saya sebutkan disini sebanarnya bukan karena anak-anak tersebut malas untuk melakukan akativitas akan tetapi kemalasan mereka disebabkan karena mereka melakukan hal yang dia tidak senangi, ketidak tahuan mereka sebenarnya adalah penyebab utama, oleh karenanya pengawasan, bimbingan, nasehat dan motivasi Extrinsik sangat-sangat dibutuhkan. Berikan terus mereka motivasi, tapi ingat walaupun saya katakan pengawasan dibutuhkan terhadap siswa seperti ini, namun jangan rebut kebebasan mereka, berikan mereka ruang untuk melakukan hal-hal yang mereka anggap penting dengan kata lain bimbing mereka untuk mengatur waktu, melakukan hal yang dia anggap penting dan melakukan hal yang kita anggap penting.
Sekian sekelumit kuliah dengan Hamba Allah  yang lagi menempuh Magisternya dalam bidang Manajemen Kepemimpinan, semoga bermanfaat buat saya, dan pembaca sekalian.


Salam hormat saya kepada guru-guru saya.
A.n. Toyo Widodo

Artikel dikutip dari diskusi dengan Ahmad Rohim, S. Pd.I., Al-Hafidz (Guru Besar Pondok Pesantren Daarul Multazam - Bogor)

Sep 11, 2014

Belajar Dari Orang Alim

Bersama Habib Riziq bin Syihab (Ketua FPI Pusat)
Ulama yang disegani dan ditakuti Musuh Islam

Kita mungkin pernah mendengar kisah-kisah dari para guru-guru kita ketika belajar dahulu, kisah-kisah perjuangan para penuntut ilmu, yang ketika mereka belajar perjuangan mereka sangat di luar kebiasaan kita sekarang.

Kita pernah mendengar bagaimana perjuangan Imam Bukhori ketika beliau menuntut ilmu, beliau membuat baju beliau menjadi "buku" untuk mencatat pelajaran-pelajaran yang di terangkan oleh guru-guru beliau. dikisah lain, kita juga pernah dikisahkan di dalam sebuah mahfudzot bagaimana kealiman dan kewara'an Imam Sayfi'i, ketika beliau mengadu kepada guru beliau imam Waqi', tentang hafalannya, yang sering hilang, padahal kita tahu, bagaimana kuatnya halfalan imam sayfi'i namun tetap saja beliau mengadu kepada gurunya, dan Imam Waqi'pun menasehati beliau untuk meninggalkan maksiat. Justru menjadi pertanyaan bagaimanakah maksiatnya Imam Syafi'i padahal beliau sangat di kenal dengan kewara'annya.

Nov 29, 2013

Jangan Takut

Jangan takut ada Allah...

Apa yang mesti kita takutkan di dunia ini, semuanya sama seperti kita-kita ini.
Semuanya akan musnah, dan akan kembali kepada tempat asalnya, entah itu manusia, hewan, tumbuhan bahkan setanpun akan kembali ketempat asalnya, jadi tidak perlu takut dan gentar apalagi sampai berputus asa dengan keadaan yang ada di muka bumi ini.

Jangan takut, jika kita punya Allah
Jangan takut jika kita  benar
Jangan takut karena kita manusia

Apalagi buat para pelajar, orang-orang yang selalu ingin belajar, apa yang mesti di takutkan, pelajaran? guru? ga' ada, ga' ada yang mesti di takutkan karena semuanya sama, semuanya bergerak menurut hukum Allah, semuanya akan musnah. Jadi ga' perlu takut.

Mengapa harus takut miskin, jika kekayaan itu milik Allah, maka mintalah kekayaan itu kepada Allah
Mengapa harus takut, jika Allah itu Maha Mengetahui, maka mintalah ilmu kepada Allah
Mengapa harus takut tidak punya pekerjaan, jika yang memberi kehidupan itu Allah, bukan pekerjaan.

Saudaraku semua, cobalah renungkan sejenak, berapa banyak orang yang sudah punya pekerjaan akan tetapi, dia tetap merasa kurang, merasa gelisah dengan pekerjaan yang dia lakukan sekarang, merasa kurang dan kurang.

Berapa banyak orang yang berilmu, pinter, peringkat satu, lulus kuliah dengan meraih predikat comloude, akan tetapi tetap aja, hidupnya sama dengan orang-orang yang hanya lulusan SD, ya tetap saja sama dengan orang-orang yang lulus kuliah dengan predikat biasa-biasa saja. Predikat apapun yang kita raih dari kehidupan ini tidak akan berarti apa-apa jika kita jauh dari Allah.

Yuk, kita pahami lagi, yang membuat kita hebat itu bukan gelar kita, bukan pendidikan kita, akan tetapi yang membuat kita hebat itu Allah, Dialah yang membuat kita bisa dipandang hebat di mata manusia, Dia jugalah yang bisa membuat kita terhormat di mata manusia. Kita tidak dapat menutup mata, berapa banyak orang-orang yang punya gelar sarjana, akan tetapi tetap saja kerja sama orang yang ga' sarjana, ini bukti bahwa bukan pendidikan yang bisa membuat kita hebat, tetapi sekali lagi Allahlah yang membuat kita hebat.

Dalam tulisan ini, saya tidak mengatakan, bahwa pendidikan itu tidak penting, tapi saya ingin mengatakan bahwa yang paling penting dan paling utama dari semua isi yang ada di dunia ini, baik itu pendidikan, jabatan, pangkat, harta, anak, yang lebih penting itu Allah.

Oleh karena itu, kalau ada harapan kembalikan semuanya sama Allah, biar dah Allah saja yang uruss.
mau  pinter, minta dulu sama Allah biar pinter, terus baru belajar.
mau kaya, minta dulu sama Allah, baru bekerja.

Entar kita lanjutin lagi, ga' enak kalau terlalu kepanjangan... salam islami...

Kita saling doakan, semoga Allah selalu membimbing kita kejalan kebenaran... Amin ya rabbal 'Alamin

Kepada Allah saya mohon ampun.....

Hamba yang dho'if ---
TOYO WIDODO (TOHA AL-HADDAD)

Oct 6, 2013

Mensyukuri Setiap Pekerjaan

Sahabat ku sekalian, dalam menjalani hidup dimuka bumi ini terkadang ada hal yang membuat kita bingung, ada juga yang membuat kita begitu repot hingga kita lupa akan kepada dzat yang menciptakan kita, oke kita tidak lupa dengan dzat yang telah menciptakan kita akan tetapi kita menomer duakan dzat yang meciptakan kita.Kita sering membuat dzat yang Maha Suci untuk menunggu kita menghadap Rabb Tuhan semesta alam, ketika seruan Tuhan datang kepada kita untuk menghadap-Nya, Justru kita mengabaikan panggilannya dan menyuruh-Nya menunggu, kita lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaan kita terlebih dahulu daripada bergegas untuk menemui-Nya.

Sahabatku sekalian, itulah kita. Sedikit sekali syukurnya, dan banyak sekali kufurnya. Namun Alhamdulillah kita memiliki Tuhan, yang Maha Pengasih, Penyayang, meskipun kita mengabaikan-Nya namun tetap saja Allah memberikan karunia-Nya kepada kita, sahabat ku sekalian mari kita tengok kebelakang tentang masa-masa dimana ketika kita baru lulus kulih dan ingin mencari kerja, banyak sekali hal yang kita lakukan, banyak sekali do'a yang kita panjatkan kepada Tuhan, namun begitu apa yang kita inginkan di kabulkan oleh Allah, kita malah lupa dengan Allah. 

Ya Rabb ampuni kami yang selalu menzolimi diri kami sendiri, ampuni orang tua-orang tua kami yang terkadang sibuk untuk memenuhi kebutuhan kami, sehingga terkadan mereka lupa untuk menghadap dan bersujud di hadapan Mu, ampuni Guru-guru kami yang terkadang lupa untuk memberikan contoh yang terbaik bagi anak-anak didiknya, tiada dzat yang Maha Pengampun selain Engkai Ya Rabb.

Kini pekerjaan sudah kita dapatkan, hasil dari jerih payah kitapun sudah kita dapatkan, begitu adil Tuhan memberikan rezekinya kepada orang-orang yang bekerja, tidak satu peser pun rezeki itu meleset dari kita. semuanya berjalan sesuai dengan takdir yan Kuasa. Pekerjaanpun mulai menumpuk di meja kita, hingga kita tidak dapat untuk mengerjakannya lagi, malampun yang seharusnya kita gunakan untuk istirahat, justru terpakai untuk bekerjam demi menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk di meja kerja, rasa kesalpun  mulai hinggap di hati kita, kita pun mulai menggerutu karena pekerjaan yang terlalu banyak? Oh... Tuhan apakah keluhan kami tersebut merupakan bentuk kedurhakaan kami kepada MU, jika memang iya maka ampunilah kami Tuhan. Sahabatku, lihatlah, dulu kita yang mencari pekerjaan kesana kemari, namun ketika kita mendapatkan pekerjaan tersebut justru kita malah menggerutu dan mengeluh, karena terlalu banyak tugas yang diberikan.

Ah.... Kita belum menjadi orang yang ahli syukur, seandainya kita adalahn orang yang ahli syukur niscaya Tuhan yang akan mengatur waktu kita, dan Tuhan juga yang akan menambah nikmatnya kepada kita. semua terasa serba salah, ga' ada pekerjaan, justru membuat kita malu untuk menyandang gelar pengangguran, namun ketika pekerjaan terlalu banyak kita malah menggerutu. Mestinya yang kita lakukan adalah bersyukur, dan nikmati setiap pekerjaan yang kita lakukan, niatkan semuanya untuk mencari ridho Allah SWT, kalau Allah sudah Ridho kepada kita. Hmmm..... Betapa nikmatnya hidup di dalam keridhohan dan keberkahan Tuhan.

 Ya... salah satu bentuk syukir kita kepada Allah dalam bekerja adalah men-stop pekerjaan kita bila Allah SWT sudah memanggil kita untuk menghadapinya. Kalau sudah begini yakin dah, Waktu biar Allah yang menambah waktu istirahat kita, biar Allah yang menyelesaikan pekerjaan kita yang menumpuk.  Karena pekerjaan dan tugas kita tersebut Allah yang ngasih dan Allah juga yang aka menyelesaikannya. 

Terkahir marilah kita memohon ampun atas ke khilafan kita selama ini... 

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

May 9, 2013

Kita Tempo Doeloe

Malam ini ketika akan mandi untuk siap-siap shalat maghrib, terbayang di pikiran saya untuk menulis hal-hal dimasa kecil dulu yang bersifat positif, tapi setelah dewasa justru hal-hal tersebut hilang begitu saja dari dalam diri kita.

Oke, tidak perlu bertele-tele, berikut ini hal-hal tersebut:
  • Kita adalah Raja

    Ingat tidak ketika waktu kecil dulu, kalau mau mandi ada yang memandikan, kalau mau tidur ada yang menina bobokkan, bahkan ketika kita buang hajatpun ada yang membersihkan, mau makan ada yang nyuapi, intinya pada saat itu, kita diperlakukan bak seorang raja oleh Bunda kita yang tercinta.

    Tanpa kenal lelah bunda merawat kita dengan kasih sayang, meskipun saya memakai istilah Raja pada paragraph ini, namun Bunda merawat kita tidak seperti merawat seorang raja, beliau merawat kita lebih dari merawat seorang raja, ya beliau merawat kita dengan kasih sayang.

May 8, 2013

Pendidikan Orientasi "ANGKA"

Ujian Nasional kini sudah berlalu, orang tua dan para siswapun kini tidak lagi disibukan dengan persiapan-persiapan untuk menghadapi UN, mereka yang ketika akan menghadapi UN di masukkan ke lembaga kursus, private dan lain sebagainya, kini orang tua mereka tidak lagi memberikan pelajaran tambahan tersebut (ini benar-benar terjadi) meskipun ada sebagian dari orang tua yang memang memasukkan anaknya ke les tambahan, benar-benar untuk membuat anaknya agar mendapat ilmu tambahan yang diharapkan akan memiliki ilmu yang lebih, mereka menstop les tambahan ini karena anak-anak mereka sudah mengikuti Ujian Nasional, dan mereka pikir les pun tidak diperlukan lagi.

May 6, 2013

Memaknai Profesi Guru

Menjadi seorang guru merupakan tugas profesi yang sangat mulia. 

PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

Pepatah itu yang selalu mengiringi sosok perjalanan seorang guru, segala tindak tanduk seorang guru, selalu menjadi sorotan bagi setiap siswa yang di didik dan diajari, tanpa lelah guru selalu hadir dan setia menemani peserta didiknya untuk memberikan nasehat, arahan, pengetahuan kepada siswanya agar tidak terjerumus kedalam lembah kesesatan, agar mereka dapat membedakan antara yang baik dan buruk, salah dan benar, hitam dan putih, karena begitu pentingnya dan krusialnya peran seorang guru, seorang guru hendaknya memahami betul akan tugas dan tujuannya sebagai seorang guru.

Nabi Muhammad SAW adalah sosok seorang manusia yang patut untuk digelari sebagai seorang guru besar, beliau adalah sosok manusia yang mumpuni dalam setiap aspek kehidupan, beliau adalah guru diantar semua guru, beliau adalah guru perang, guru bahasa, guru perdagangan, guru spiritual, guru arsitek, guru kesehatan, intinya beliau adalah maha guru, andaikan ada gelar yang lebih tinggi dari prof. beliau adalah sosok satu-satunya yang patut untuk menerima gelar tertinggi tersebut.